Postingan

Pernahkah Kau Bayangkan, Bayi yang Kau Nantikan, Takkan Hadir dalam Pelukan?

Gambar
Foto USG pertama dan terakhir Di antara tiga-empat bulan setelah pernikahan, Allah titipkan sesosok bayi dalam rahimku.  Sebuah hadiah, yang ku nanti dan kujaga dengan sepenuh hati.  Berawal dengan penuh drama. Kondisi tubuh yang turun drastis sekitar seminggu lebih, hingga tak mampu melakukan apa-apa, dan tak mau makan apa-apa.  Perubahan hormon yang lumayan menguras pikiran dan jiwa. Namun, aku bersyukur, Allah berikan amanah ini kepadaku.  Setelah menikah, sudah berniat untuk dirumah saja, fulltime wife #apasih, dan sampe kehamilan itu tiba. Berjalan sekitar tiga bulanan masa kehamilan, ada bercak-bercak merah, seperti awal-awal ketika datang bulan. Aku mulai khawatir dan panik. Aku mulai konsultasi via daring oleh bidanku, dan juga tanya-tanya temenku yang sudah memiliki anak, apakah bercak ketika hamil kondisi normal atau tidak. Hasilnya, Bidan dan beberapa teman berpendapat, bahwa itu kondisi yang normal, mungkin hanya kelelahan. Namun, ada teman yang menyaran...

Apakah kita harus mengemis untuk sekedar mendapatkan HAK?

Apa salahnya ketika kita meminta Hak atas apa yang bisa kita dapatkan? Umumnya ketika di kendaraan umum/angkutan umum, ada beberapa titik yang menyediakan tempat prioritas. Bahkan bukan hanya tempat, plang-plang dipajang dimana-mana, bahkan kadang diiformasikan melalui pengeras suara. Tapi sebenarnya, tempat bagi orang-orang yang diprioritaskan bukan hanya sekedar di tempat tersebut, mereka harusnya juga mendapatkan tempat lain, ketika tempat prioritasnya sudah tak mampu menampung. Tapi saya heran, ini memang manusia-manusia pengguna kendaraan umum yang tidak tahu, atau mereka yang memang tidak mau tahu. Tempat prioritas umumnya untuk ibu hamil, orang tua renta, ibu membawa anak kecil, penyandang disabilitas dsb. Tapi, nyata, mereka kadang tak merasa diprioritaskan. Ketika ada ibu hamil, mereka tak bisa mendapatkan kursi untuk duduk, dikarenakan memang sedang hamil muda, atau memang manusia disekitarnya yang tidak peduli, padahal sudah nampak besar di bagian perutnya. Ketik...

Sebuah Cerita dari LibreOffice Conference Indonesia 2018

Gambar
Kegiatan ini digagas oleh Pak Ahmad Haris dan kawan-kawan di Bojong untuk mengadakan acara konferensi yang berbasis LibreOffice. Saya yang sebelumnya menjadi salah satu pembicara pada acara LibreOffice Mini Conference di Tokyo, Jepang diajak untuk berkontribusi dalam penyelenggaraan acara konferensi besar tersebut. Hari Ke-0 Saya berangkat menuju Surabaya dengan menggunakan angkutan Kereta Api Ekonomi antar daerah, yang ditemani dengan teman satu komunitas GLiB (GNU/Linux Bogor) Mas Pahlevi atau biasa dipanggil dengan Levay. Berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Gubeng Surabaya. Ini pertama kali saya berkunjung ke Surabaya. Hari Ke-1 Sampai di Surabaya 01.30 WIB, dan sesampainya langsung menuju ke Penginapan.  Pukul 10.00 WIB, saya membawakan sebuah materi dengan judul "Why So Difficult To Recruite Female Contributor To FOSS?". Materi yang saya bawakan seputar dari pengalaman dan realita di kehidupan Open Source. Para peserta ...

My Story about openSUSE.Asia Summit 2017 from Tokyo, Japan.

Gambar
On September 4th, 2017 I got an e-mail from Takeyama-san that my idea accapted and I will be one of the speakers at the openSUSE.Asia Summit 2017. This will be my first experience to go to Japan. Me and several others Indonesian speakers, Dhenandi Putra, Yan Arief, Andi Sugandi and Tonny Sabastian went with the same flight. We departed from Jakarta. Indonesia on October 19, 2017, and arrive at Haneda Airport Tokyo on October 20, 2017 at 09.00 (GMT +9). After arriving at Haneda Airport, I went directly to the room that I already booked in Hachimanyama area, Tokyo by electric train. In the evening, all speakers are invited to attend the "Welcome Party" held by the local Committee. DAY ONE There is a registration table for the attendees. On Saturday, the event was opened by Takeyama one of the local committee from Japan. Welcoming with a great respect and thank you for attending the openSUSE Asia Summit to everyone in attendance. An...

DUNIA TERLIHAT BEGITU JELAS

Gambar
BY : UMUL SIDIKOH Luas, Dahulu ku belum mampu menjamahnya keseluruhan Begitu banyak cerita di setiap sudutnya Ada hal-hal tersimpan begitu rapi Ku coba tuk tahu setiap cerita di sudut dunia Banyak ilmu dan hal menarik di dalamnya Mulai ku buka setiap lembarnya Dan perlahan, kini dunia mulai tergambar Lembar-lembaran itu membuatku candu Karena di dalamnya, dunia terlihat begitu jelasnya Tentang sebuah memori terdahulu Dan sebuah cerita kini serta rancangan tentang masa depan Kini, ku coba tuk menjamah dunia Lewat kata-kata yang tertulis rapi di setiap barisnya Dari setiap kalimat yang ku baca Banyak hal yang membuatku terpana Setiap lembaran-lembaran itu, memiliki makna tersendiri Tanpa banyak basa-basi, aku mulai tahu cara melihat dunia dengan jelas Jendela dunia terbuka dengan lebarnya Dan kini, ku beranikan diri untuk menjelajah keluar jendela itu

Pendidikan itu, Penting! (2)

Gambar
Melanjutkan dari tulisan sebelumnya. Ada beberapa teman yang telah menanggapi tulisan saya sebelumnya. Dan berpendapat, bahwa pendidikan apapun penting, tapi akhlaknya yang baik jauh lebih penting. Memang pendidikan itu penting. Dan saya tidak hanya memfokuskan pada satu cara untuk mendapatkan itu, yaitu pendidikan secara formal, bukan. Pendidikan bisa didapatkan melalui pendidikan formal maupun non-formal. Memang benar, orang yg berilmu harus diimbagi dengan akhlak yang baik. Jika tidak, maka salah satu contohnya sudah kita lihat di layar kaca kita saat ini. Yaitu orang-orang yang dengan kasus korupsinya tenar dimana-mana beritanya. Kenapa hal seperti itu bisa terjadi? Sudah jelas kita pasti tahu jawabannya, dikarenakan ilmu tinggi namun tidak diimbangi dengan akhlak yang baik. Mereka yang terbelit kasus tersebut, ilmu yang dimilikinya sudah tidak diragukan lagi. Gelar yang disandang pada namanya pun beragam, bahkan ada yg memiliki lebih dari satu gelar dinam...

Pendidikan itu, Penting!

Gambar
: Kini, segelintir orang berpendapat. "Untuk apa menempuh pendidikan yang memakan waktu lama, sedangkan kebanyakan kisah sukses yang kita dengar berasal dari orang-orang yang tidak mengenyam pendidikan secara utuh, bahkan ada yang tidak sama sekali. Dan orang-orang yang mengenyam pendidikan tidak menjadi apa-apa". Sungguh, ini sebuah ironi. Dimana pada pendapat ini, sebuah pendidikanlah yang menjadi terpojokkan. Sesungguhnya, pendidikan itu penting untuk siapa saja, tidak mengenal, ras, maupun taraf kehidupan. Semakin Anda terdidik dan memiliki ilmu, maka derajatmu akan semakin tinggi di hadapan-Nya. Seperti yg tercantum dalam Al-Qur`an surat Al-Mujaadilah ayat 11 : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. Jadi bukan pendidikan yang menjadi kambing hitam. Tetapi orang-orang yang mengemban ilmu tersebut yang terkadang tidak mensyukuri nikmat mendapatkan ilmu tersebut. Menganggap diri...